Kemasan yang Bercerita Lewat Bahasa

KEMAS AKSARA menjadikan kemasan produk UMKM NTT sebagai ruang belajar bahasa yang hidup, dekat, dan bermakna.

Kemasan produk UMKM 1 Kemasan produk UMKM 2 Kemasan produk UMKM 3 Kemasan produk UMKM 4 Maskot KEMAS AKSARA
Tentang Kemas Aksara

Apa itu KEMAS AKSARA?

Foto tim KEMAS AKSARA

KEMAS AKSARA adalah singkatan dari Kemasan Edukasi Bahasa dan Sastra. Program ini menjadikan kemasan UMKM sebagai media literasi bahasa yang mempertemukan produk lokal, bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan teknologi digital.

Mengapa Kemasan?

Kemasan produk adalah ruang publik komersial yang sangat strategis. Ia tidak hanya menjadi pembungkus, tetapi juga menjadi wajah pertama sebuah produk, media informasi, ruang promosi, sekaligus sarana komunikasi antara pelaku UMKM dan konsumen.

Namun, dalam industri kreatif, bahasa pada kemasan belum selalu hadir secara seimbang dan bermartabat. Bahasa Indonesia masih sering belum digunakan secara tertib, bahasa daerah belum mendapat ruang aktualisasi yang cukup, dan bahasa asing belum selalu ditempatkan secara proporsional.

Padahal, bahasa memiliki peran penting dalam memperkuat identitas, daya tarik, dan daya saing produk. Melalui bahasa yang tertata, kemasan dapat menjadi lebih informatif, komunikatif, dan mudah dipahami. Melalui cerita yang kuat, produk lokal dapat tampil lebih dekat, lebih bermakna, dan lebih bernilai di mata konsumen.

Identifikasi Masalah

Tantangan Kebahasaan pada Kemasan

01
Martabat Bahasa Indonesia Hilang di Ruang Publik Komersial

Bahasa negara sering tergeser oleh penggunaan bahasa asing yang dominan pada kemasan. Padahal, bahasa Indonesia adalah bahasa negara dan pemersatu bangsa yang perlu diutamakan, termasuk dalam ruang komersial seperti produk UMKM.

02
Minimnya Ruang Aktualisasi Bahasa Daerah di Kemasan

NTT memiliki kekayaan bahasa daerah yang hidup di tengah masyarakat. Setiap produk UMKM khas NTT pasti memiliki istilah, proses, filosofi, bahan, atau ungkapan lokal yang sarat makna. Sayangnya, kekayaan leksikon lokal ini belum banyak didokumentasikan dan diaktualisasikan melalui kemasan produk.

03
Penggunaan Bahasa Asing Belum Proporsional

Bahasa asing memang dapat digunakan untuk membuka akses pasar yang lebih luas. Namun, penggunaannya perlu tepat sasaran, profesional, dan tidak menggeser fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa utama pada kemasan. Melalui Kode Respons Cepat, bahasa asing dapat ditempatkan secara lebih strategis sebagai jembatan menuju konsumen global.

Solusi Kami

Satu Kemasan, Banyak Pintu Belajar Bahasa

Berlandaskan Trigatra Bangun Bahasa

KEMAS AKSARA hadir sebagai manifestasi Trigatra Bangun Bahasa dalam ruang publik komersial dan industri kreatif. Program ini menjadikan kemasan produk UMKM sebagai media literasi bahasa yang informatif, inklusif, dan berdaya saing global.

Sebagai Terbaik I Putri dan Terbaik I Putra Duta Bahasa NTT 2026, Apriani Virginia Eflin Kulla Dangga dan Yosua Djakabani Dicky melihat bahwa perjuangan memajukan bahasa tidak hanya dilakukan melalui panggung edukasi formal, tetapi juga dapat hadir dalam ruang publik komersial dan industri kreatif.

Melalui KEMAS AKSARA, kemasan tidak hanya diperbarui secara visual, tetapi juga ditata secara kebahasaan. Nama produk, informasi kemasan, komposisi, keterangan produksi, cerita produk, serta unsur promosi disusun dengan memperhatikan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Utamakan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia dimartabatkan di ruang komersial sebagai bahasa negara. Penggunaannya diutamakan pada identitas produk, informasi kemasan, cerita produk, dan berbagai keterangan utama agar kemasan lebih tertib, jelas, dan mudah dipahami.

Lestarikan Bahasa Daerah

Bahasa daerah didokumentasikan dan diaktualisasikan melalui leksikon, istilah, ungkapan, atau kutipan lokal yang berkaitan dengan produk. Bahasa daerah dihadirkan kembali dalam ruang sehari-hari melalui kemasan UMKM.

Kuasai Bahasa Asing

Bahasa asing digunakan secara proporsional untuk membuka akses pasar global. Melalui Kode Respons Cepat, konsumen diarahkan ke laman digital yang memuat cerita produk, glosarium, dan informasi pendukung dalam bahasa asing secara tepat dan terarah.

Dengan pendekatan ini, KEMAS AKSARA menghubungkan kemasan fisik, literasi bahasa, dan pengalaman digital dalam satu ekosistem belajar. Kemasan menjadi pintu masuk untuk mengenal produk, memahami cerita lokal, mempelajari bahasa, dan memperkuat daya saing UMKM NTT.

Langkah Aksi

Apa yang Kami Lakukan?

1

Meninjau bahasa pada kemasan lama

2

Menyesuaikan penulisan dengan KBBI dan EYD

3

Menata informasi produk agar lebih jelas

4

Menambahkan unsur bahasa daerah

5

Membuat cerita produk

6

Menyambungkan kemasan ke laman digital melalui Kode Respons Cepat

Tujuan Akhir

Dampak yang Diharapkan

Produk UMKM lebih komunikatif

Bahasa Indonesia lebih bermartabat

Bahasa daerah hadir di ruang komersial

Konsumen belajar bahasa secara ringan

Produk lokal NTT memiliki nilai cerita yang lebih kuat

Kolaborasi UMKM

Katalog Produk

Produk-produk UMKM NTT yang telah berkolaborasi dengan KEMAS AKSARA.

Memuat katalog...

Belajar Bersama Kemas Aksara

Modul Pembelajaran

Pembelajaran pembenahan kebahasaan pada kemasan produk UMKM NTT.

Memuat modul...