Tabea! Setiap produk lokal punya cerita, dan stik pakcoy renyah ini adalah bagian dari cerita kami dari Kota Kupang, Pulau Timor. Stik ini dibuat dari sayuran hidroponik segar yang ditanam dan dikelola langsung oleh para mahasiswa penerima beasiswa Karya Salemba Empat di Universitas Nusa Cendana. Melalui produk ini, kami ingin menunjukkan bahwa camilan bisa tetap lezat, bermakna, dan tentu saja sehat.
Pada bagian depan kemasan ini, Anda akan menemukan sebuah ungkapan dalam bahasa Kemak Dirubati:
“Ami la getu utalau da asi lara.”
Yang berarti: “Kami pergi memetik sayur di kebun.”
Kemak Dirubati adalah salah satu komunitas etnis yang mendiami Pulau Timor, dan Kupang merupakan bagian tak terpisahkan dari pulau ini. Itulah mengapa ungkapan lokal ini menjadi begitu istimewa—ia menghubungkan produk ini tidak hanya dengan makanan, tetapi juga dengan bahasa, tanah, dan akar budaya Flobamora.
Jika Anda ingin mencoba melafalkan ungkapan tersebut, bacalah dengan lantang:
“Ami la getu utalau da asi lara.”
Hanya dengan mempelajari satu ungkapan daerah ini, Anda sudah mengambil langkah kecil untuk lebih dekat dengan cerita di balik produk yang Anda genggam.
Terima kasih telah menikmati camilan yang membawa cita rasa sayuran segar, semangat anak muda, dan identitas sejati Kota Kupang.
Tabea! Every local product has a story, and this crunchy pakcoy stick is part of ours from Kupang City, on Timor Island. It is made from fresh hydroponic vegetables grown and managed by the scholarship recipients of Karya Salemba Empat at Universitas Nusa Cendana. Through this product, we want to show that snacking can still be tasty, meaningful, and healthy.
On the front of this package, you will find a phrase in Kemak Dirubati:
“Ami la getu utalau da asi lara.”
It means: “We go to pick vegetables in the garden.”
Kemak Dirubati is one of the ethnic communities living on Timor Island, and Kupang is also part of Timor. That is why this local expression is special—it connects this product not only to food, but also to the language, land, and cultural roots of Timor.
If you want to try saying the phrase, you can read it aloud:
“Ami la getu utalau da asi lara.”
By learning just one local expression, you are already taking a small step closer to the story behind this product.
Thank you for enjoying a snack that carries the taste of vegetables, the spirit of young people, and the identity of Kupang.
