Dari dua wilayah di Nusa Tenggara Timur, dua cita rasa khas dipertemukan dalam satu sajian: kakao dari Sumba dan kopi dari Manggarai.
Ghaura cokelat susu dengan kopi Manggarai memadukan biji kakao pilihan dari Sumba dengan kopi Manggarai. Kelembutan cokelat susu berpadu dengan aroma kopi yang khas, menghadirkan rasa manis, lembut, dan meninggalkan sentuhan kopi pada setiap gigitan.
Di balik perpaduan tersebut, terdapat cerita tentang tanah dan para petani yang merawat hasil bumi Nusa Tenggara Timur. Kakao Sumba dan kopi Manggarai menempuh perjalanan dari kebun hingga diolah menjadi produk yang membawa karakter daerah asalnya.
Melalui kemasan ini, kita juga diajak mengenal sebuah ungkapan dalam bahasa Manggarai:
“Neka hemong kuni agu kalo.”
Jangan melupakan kampung halaman.
Ungkapan tersebut mengingatkan masyarakat Manggarai agar tidak melupakan tanah kelahiran, adat istiadat, leluhur, dan identitas budayanya. Dalam ungkapan ini, kuni agu kalo digunakan untuk menggambarkan kampung halaman sebagai tempat asal yang selalu melekat dalam kehidupan seseorang.
Cobalah mengucapkan ungkapan tersebut secara perlahan:
Neka hemong kuni agu kalo.
Pesannya sederhana, tetapi bermakna dalam. Sejauh apa pun seseorang melangkah, kampung halaman tetap menjadi bagian dari jati dirinya.
Semangat yang sama hadir dalam Ghaura. Meskipun kakao Sumba dan kopi Manggarai diolah menjadi sajian baru, keduanya tetap membawa nama, cita rasa, dan cerita dari tanah tempat keduanya berasal.
Melalui Ghaura, produk lokal tidak hanya menjadi sesuatu yang dapat dinikmati, tetapi juga menjadi ruang untuk mengenal bahasa, budaya, masyarakat, dan kekayaan alam Nusa Tenggara Timur.
Dari Sumba dan Manggarai, cita rasa bertemu tanpa melupakan asalnya.
From two regions in East Nusa Tenggara, two distinctive flavors meet in one treat: cacao from Sumba and coffee from Manggarai.
Ghaura milk chocolate with Manggarai coffee combines selected cacao beans from Sumba with Manggarai coffee. The softness of milk chocolate blends with the coffee’s distinctive aroma, bringing a sweet, smooth taste with a touch of coffee in every bite.
Behind this blend is a story about the land and the farmers who care for East Nusa Tenggara’s produce. Sumba cacao and Manggarai coffee travel from the farms to become a product that carries the character of its place of origin.
Through this package, we are also invited to know an expression in the Manggarai language:
“Neka hemong kuni agu kalo.”
Do not forget your hometown.
This expression reminds the Manggarai people not to forget their birthplace, customs, ancestors, and cultural identity. In this expression, kuni agu kalo is used to describe the hometown as a place of origin that always remains part of someone’s life.
Try saying the expression slowly:
Neka hemong kuni agu kalo.
Its message is simple, but deeply meaningful. No matter how far someone goes, their hometown remains part of who they are.
The same spirit lives in Ghaura. Although Sumba cacao and Manggarai coffee are made into a new treat, both still carry the name, flavor, and story of the land where they come from.
Through Ghaura, a local product becomes not only something to enjoy, but also a space to learn about the language, culture, people, and natural richness of East Nusa Tenggara.
From Sumba and Manggarai, flavors meet without forgetting their origins.
