Tabea! Dari Pulau Timor, kacang mete pilihan dipanggang dalam oven hingga harum, lalu diolah menjadi Selai Kacang Mete Panggang Mama Ana yang lembut. Setiap olesannya menghadirkan rasa gurih alami yang dapat dinikmati saat sarapan, sebagai camilan, maupun pelengkap berbagai hidangan.
Di balik kelezatannya, produk ini membawa cerita tentang hasil bumi Timor dan tangan-tangan yang mengolahnya. Kacang mete bukan hanya bahan pangan, tetapi juga bagian dari kekayaan alam yang dapat bertumbuh menjadi produk lokal bernilai.
Melalui kemasan ini, kita juga diajak mengenal sebuah peribahasa dalam bahasa Dawan:
“Mbi luan me hit at tok, mbi luan nane hit sutai neno.”
Di mana kita tinggal, di situ langit dijunjung.
Peribahasa tersebut mengajarkan bahwa di mana pun kita berada, kita perlu menghormati aturan, adat istiadat, dan kebiasaan masyarakat setempat. Menghargai tempat yang kita tinggali berarti membuka diri, menjaga sikap, dan hidup berdampingan dengan penuh hormat.
Cobalah mengucapkan peribahasa tersebut secara perlahan:
Mbi luan me hit at tok, mbi luan nane hit sutai neno.
Pesannya sederhana, tetapi bermakna dalam. Setiap tempat memiliki tata nilai dan kebiasaan yang perlu dipahami oleh orang-orang yang hidup di dalamnya.
Semangat yang sama hadir dalam perjalanan Mama Ana. Ketika Selai Kacang Mete Panggang ini hadir di berbagai meja dan bertemu dengan orang-orang dari tempat yang berbeda, produk ini tetap membawa cerita tentang Pulau Timor, masyarakatnya, dan nilai budaya yang menyertainya.
Kelezatan kacang mete, melalui Mama Ana menjadi jalan untuk mengenal bahasa dan kebijaksanaan daerah. Sebab, kemasan bukan hanya pembungkus produk, melainkan ruang kecil tempat rasa, budaya, dan identitas bertemu.
Dari Timor kelezatan tumbuh bersama penghormatan.
Tabea! From the island of Timor, selected cashews are oven-roasted until aromatic and then transformed into Mama Ana Roasted Cashew Butter with a smooth texture. Its naturally savoury flavour can be enjoyed at breakfast, as a snack, or as an accompaniment to a variety of dishes.
Behind its delicious taste lies a story about Timor’s natural produce and the hands that process it. Cashews are more than a food ingredient; they are part of the region’s natural wealth that can grow into a valuable local product.
Through this packaging, we are also invited to discover a proverb in the Dawan language:
“Mbi luan me hit at tok, mbi luan nane hit sutai neno.”
Wherever we live, there we uphold the sky.
The proverb teaches us to respect the rules, customs, and practices of the community wherever we live. Respecting the place we inhabit means being willing to learn, behaving thoughtfully, and living alongside others with consideration.
Try saying the proverb slowly:
Mbi luan me hit at tok, mbi luan nane hit sutai neno.
Its message is simple yet meaningful. Every place has values and customs that should be understood by the people who live there.
The same spirit is present in Mama Ana’s journey. As this roasted cashew butter reaches different tables and meets people from different places, it continues to carry stories of Timor, its communities, and the cultural values that accompany it.
Through Mama Ana, the flavour of cashews becomes a way to discover regional language and wisdom. Packaging is more than a covering for a product; it is a small space where flavour, culture, and identity meet.
From Timor, flavour grows together with respect.
